Alunan angin tak mampu mengusir sepiku
Buaian rumput jua tak mampu menidurkanku
Kesenderian yang semu membuatku merindu
Yang tak termimpi menjadi sesuatu
Memang ku sadari
Rangkaian peristiwa yang menyepi
Menyentuh sanubari hati
Dan meninggalkan jejak yang berseri
Hanya waktu yang tau
Mengapa ramai siang membuatku gelisah
Mengapa hening malam membuatku bersedih
Ini sekedar coretan pena, seperti sebuah curahan
Menuangkan hati lewat tinta
Tapi ini adalah nyata
Setiap saat memang selalu bermakna
ketika tak bisa bicara, maka tuliskanlah, jika tak mampu menuliskan, maka tersenyumlah, setidaknya mereka tidak akan tahu jika kamu sedang tidak baik baik saja..
no answer…
Just
stay still, even when there is no answer
Dark,
deep and mad
I
don’t know how to use this tool
Somebody
please help
How
I make this one to be something
Just
stay still, love is hard
I
know, don’t cry please
Just
close your eyes
There
is no one who can hold your hand
Just
against your tears
Even
it hurt you
I
wanna hug you
But
damn I can’t
We
are distance
This
is air
And
your is land
Please
don’t be mad, stay still
Be
nice person and hold on
I
will be there
Just
wait until sun rise again
Or
star bright in your dream
I
wish nighmares never come back
And
you will sleep tight
Good
night
I
wish you well
Even
there is no answer
This
is about heart
About
being nice or mad
Just
hold on
Against
your feel cry
Hide
your weakness
Just
stand there
Be
strong person and smile
And
God will be there for your smile
Try
and try..
Even
when there is no answer
This
is about your love
About
my fingers dance in your mind
Your
words dance in my brain
You
stuck me there
I
cant do anything
Its
hurt me
You
are so mean
I
just stay still
Even
there is no answer
Just
smile and trear comes from my eyes
Where
are you?
Im
here try to against my bad feels
I
still here
Even
you never come
Is
our sun different?
So
that is like far for you?
Damn
I love you
But
there is no answer
Even
so. I still stay
Stand
up with my little brave
Waiting
for you
Who
never come back
Just
come when my brain not function
And
when my chest hard to breathe
Is
your naughty not here?
It
okay, I still here..
Never
im never
Will
waiting you again Im never
Just
be here with another reason
Except
you..
Please
go away
I
will stay here
Because
another person will pick me here
With
you there is no answer…
Appa Eodiga
5 pasang pria dewasa beserta masing masing anak mereka. Appa
eodiga
Sebuah variety show dari Korea yang begitu aku suka. Sungguh kali
ini benar benar favoritku. Terlalu banyak yang istimewa, dari mulai adanya Kim
Minguk, Sung Joon, Yoon Hu, Song Jia dan Lee Junsu. Mereka terlihat istimewa,
sungguh membahagiakan bisa menjadi seseorang yang melihat kebersamaan mereka. Belum
lagi karena hadirnya Kim SungJoo appa, Sung Dongil appa, Yoon Minsoo appa, Song
Jong Kook appa dan Lee Jong Hyuk appa. Mereka sungguh istimewa. Menginspirasi dan
membahagiakan. Terima kasih kepada mereka, yang dengan bangga mengadakan acara
semenarik ini, menurutku!
Setiap menit dan detiknya ku nikmati. Ketika mereka menangis,
tertawa, bicara, diam, bimbang, takut segalanya yang mereka rasa. Terlihat begitu
tulus dan menggemaskan.
Sungguh…
Kim Minguk.. seorang hyeong dan oppa yang begitu baik dan patuh, membuat
aku luluh. Ia anak yang baik, seorang hyeong dan oppa yang patut untuk
dihormati. Walau terkadang terlihat cengeng dan manja, sebenarnya itu hanyalah
sisi lain dari ia seseorang yang wajib menjaga adik adiknya. Mungkin melelahkan
baginya, menjadi hyeong dan oppa untuk keempat anak lainnya. Apapun yang
terjadi, Kim Minguk tetap yang pertama..
Minguk Fighting..
Sung Joon.. ah, ku sebut ia seorang pria. Elegan, berkarisma
dan sungguh tampan. Sungguh, umurnya tak pantas dibilang remaja, namun sungguh
tampannya mampu mempesona setiap wanita, menurutku! Aku menyukainya, karena
kekaleman dan kecerdasannya. Dia adalah seorang oppa untuk adiknya dirumah. Dan
seorang hyeong dan oppa untuk appa eodiga. Kelak, ia akan menjadi favorit
setiap wanita. Joona noona love you!
Yoon Hu.. my chubby guy! Melihatnya membuatku ingin segera
melahap makanan. Anak tunggal dari keluarga Yoon. Sangat ramah dan sangat
menggemaskan. Sungguh! Membuat setiap orang ingin selalu memeluknya, karena ia
terlihat sangat lucu. Aku menyukainya, terlebih lagi dimataku ia kelak akan
menjadi seorang pria yang begitu respect dan setia, sekarang sudah mulai
terlihat dalam dirinya. Ah.. my chubby hu:3
Song Jia.. satu satunya wanita, ia tercantik dan termanja. Sungguh…
dirumah ia adalah seorang noona. Tapi untuk appa eodiga ia adalah seorang
wanita yang cantik dan baik hati tentunya. Walau ia sering menangis, namun
tawanya melebihi dari tangisnya. Aku merindukan sosoknya. Berjuang diantara 4
pria agar bisa nyaman adalah bukan hal yang mudah. Namun, Jia tetaplah Jia. Gadis
tercantik di appa eodiga. Jia.. you are strong girl!
Lee Junsu.. my favorite boy! Really! I love Junsu more than
other kidsJ mianhe.. but this is
real. Junsu is real man. Dengan bangga membawa big pumpkin dengan tangan
kosongnya. Luar biasa. Memiliki senyuman yang sungguh mempesona. Membuatku selalu
ingin melihatnya. Selalu merindunya. Aku selalu merindukannya. Noona percaya, kelak Junsu akan menjadi
seorang pria, benar benar seorang pria. Karena Junsu is my real man now, and
still my real man later! Saranghaeyo Lee Junsu…
Mencintai mereka bukanlah hal yang mudah.. ketika rindu apa
yang bisa ku lakukan? Hanya kembali memutar tayangan mereka, sungguh… benar
benar… hoofff….
Tak lengkap pula jika tanpa Appa Appa disana..
Kim Sung Joo.. entertainment plus seorang ayah dengan 3 orang
anak, ayah yang baik dan begitu lembut. Di
appa eodiga ia terkenal dengan bad luck nya. Karena keseringannya mendapat
sesuatu yang bad. But… Kim Sungjoo appa adalah pria yang baik, sungguh..
Sung Dongil.. sebenarnya begitu penyayang dan sungguh baik. Hanya
saja, ia tak terlalu pandai mengekspresikannya. Seorang actor yang memiliki 3
orang anak. Walau terkadang bawaannya terlihat menakutkan bagi anak anak
lainnya. Tapi tetap saja, ia adalah ayah yang begitu baik, sungguh..
Yoon Minsoo.. seorang penyanyi yang begitu berbakat. Memiliki seorang
putra yang begitu ia cinta. Appa termuda di appa eodiga. Walau begitu, ia amat
populer dikalangan anak anak. Karena bawaannya yang hangat dan santai, membuat
setiap orang betah didekatnya. Mourice a.k.a Minsoo ini begitu mahir dalam
memasak. Senyumnya manis dan seorang pria yang baik, sungguh..
Song Jong Kook.. atlet atau pemain sepak bola ini adalah daddy
daughter. Sangat memanjakan anaknya. Pria 2 orang anak ini begitu cinta
keluarga. Walaupun ia terlihat begitu pria, namun ketika bersama anaknya, ia
begitu lembut dan hangat. Aku menyukainya karena ia begitu dan sungguh begitu
baik pada keluarganya, sungguh..
Lee Jong Hyuk.. pria favoritku. Mianhe! But he is really
really my favorit, like Junsu. hehe.. bawaannya yang cool dan hangat membuat
aku menyukai sosoknya. Actor Korea ini terlihat sangat pria. Namun walau
begitu, ayah 2 orang anak laki laki ini sungguh hangat saat bersama anak
anaknya. Suara beratnya selalu membuatku rindu. Paras tampannya tak bisa ku
hindari, ahahahhaa. Membuatku jatuh cinta padanya, sungguh cinta padanya.. I’m
a big fans of Lee Jong Hyuk.. hhehee.. but is true!
Mereka menghiasi Appa Eodiga season pertama, kini season 2
hanya ada Hu disana. Tapi itu tak masalah. Season 2 masih bisa ku nikmati. Tapiii…
sungguh aku merindukan mereka…. Mereka yang dengan setia menghiasi layar
laptopku dengan senyum khas mereka..
Kalau saja aku bisa ke Korea, akan ku kunjungi satu persatu
apartement mereka. Ah… hanya inginku… wait! Doaku akan terkabul kelak, right? Arraseo,
kelak aku akan menemui mereka, amiiin….
Tak lupa, beserta Appa appa yang luar biasa….. saranghaeyo
appa……
Appa eodiga… terimakasih sudah menginspirasi…
Kini aku merindukan mereka…. Appa eodiga season pertama…
I call him 'kalem'
Selamat sore menjelang petang..
Air hujan masih saja dengan mesranya menggelitik sang mayapada. Tanah tanah seakan bahagia kembali bersentuhan dengan air air cantik itu. diantaranya, ada butiran butiran harapan dari tiap perjuangan, seperti harapanku tuk bisa menggapainya. Warna warnanya cantik, anggun nan mempesona. Ada irama didalamnya, membentuk sebuah simfoni yang membangkitkan selera. Aku berenergi, bersemangat dibuatnya, seperti saat menatapnya, aku tersenyum bahagia. Hujan dan dia~
Ada cerita, tentang masa masa indah yang lalu, antara teman dan sahabat menjadi sebuah ikatan nan erat. Bersama mereka, terdapat sebuah rasa kenyamanan yang tak ada duanya, sama seperti matanya menatap lekat mataku. Ada cerita, ada tawa, duka, lara dan bahagia, dengan mereka tersenyum bahagia, dan dengan mereka menangis bersama, sama rasa, seperti rasaku dengannya, saat harus menatapnya dalam diam dan jarak sekian, saat harus merekam tawanya dalam memori fikiran. Ada bahagia dan lara bersamamu, walau faktanya aku tak benar benar bersamamu. Kita dan dia~
Masih menatap langit yang begitu mempesona, memancarkan seribu keindahan yang patut untuk dibanggakan. Jagat raya yang menawan, kerap kali memberikan suatu pencerahan. Bintang dan bulan nampak bersinar, sinarnya mungkin lebih indah dari sinar matanya. Namun keduanya sama, membuat terpesona dan terpana dibuatnya. Ada kenyamanan yang tak bisa digambarkan, dilukiskan bahkan diucapkan. Bintang dan dirinya, aku menyukai keduanya. Bintang dan dia~
Aku tak lebih dari sekedar mengetahui namamu, dan akupun tak lebih dari sekedar sang penikmat langit. Cakrawala nan istimewa, buatku melayang dibuatnya, aura hangatmu, sama membuatku begitu. Aku tak mengerti, langit begitu teduh, begitu manis dan kalem untuk dinikmati, salahkah aku jika menggambarkan langit seperti sosokmu? Yang teduh dan kalem dalam diammu. Walau memang langit kerap kali buat kejutan nan fantastik, entah hujan beserta rombongan, entah taburan bintang beserta rombongan, atau kelak langit akan berhenti manis dan bersandiwara. Aku tak tau, aku hanya penikmatnya, penikmat parasmu dan aku bahagia dalam diam. Langit dan dia~
Apalagi yang harus ku tuliskan? Aku tak tau. Cukupkah aku memujimu? Usiamu seminggu saat aku mulai merasakan bernafas sendiri. Seminggu? Waktumu menantiku? Atau memang hanya satu minggu itu yang tau. 9 bulan sebelumnya, orang tua kita bersenang senang merasakan fantasi yang tiada duanya. KuasaNya lah yang akhirnya menjelmakan kita untuk hadir mengisi ruang ruang kosong dalam mayapada penuh kemunafikan. Waktuku mulai bernafas, banyak bintang menanungi, mereka silih berganti mewarnai malam. Waktumu mulai bernafas seminggu sebelumnya? Aku tak tau, bisakah berbagi itu denganku? Bintangkah atau langit biru yang menaungi? Aku ingin mengerti, dan aku ingin memahami. Bukankah menjadiku sulit dirasa? Mencintai dalam diam. Apakah ini cinta? Sesederhanakah ini cinta? Menatapmu dari jarak yang tak mampu digapai, lalu diam diam mendoakanmu dalam sujudku, setelah itu kembali memperhatikanmu dari jarak yang tak mampu untuk saling menyentuh. Mudah? Atau begitu menyakitkan? Amat menyesakkan, saat kita harus berselilih langkah namun tak ada percakapan dalam detik yang menguntai. Seakan angin angin yang mengiringi jarak itu menertawakan kepengecutan yang ada dalam diriku. Apakah aku ini pengecut? Mungkin saja. aku memang ingin kamu tau, namun sejauh ini hanya ini yang bisa ku lakukan. Memelukmu dalam setiap doa yang terpanjatkan, mencintaimu dari jarak kesekian, dan merindukanmu yang tak mungkin merindukanku.
Terimakasih matematik~
Dan kini aku tau, titik terbodoh dalam hidup adalah ketika aku mengerjakan soal matematika, dimana dalam 50 soal itu aku hanya bisa mengisi 6 soal yang belum pasti kebenarannya. Mengapa begitu tragis? Dimeja ini, yang seharusnya menghitung aku malah lebih senang untuk menulis, ntah apa tujuannya yang jelas aku hanya mengikuti keinginanku diwaktu darurat ini. Sedari tadi, integral, logaritma, trigonometri dan kawan kawannya meminta bahkan memaksaku untuk segera menuntaskannya, namun lagi lagi aku hanya tersenyum sambil berkata “Maaf sayang, aku tak bisa” konyol memang, namun mau bagaimana lagi? Ingin rasanya melambaikan tangan lalu mengibarkan bendera putih, tapi rasanya itu tak mungkin. Lebih baik aku memandang sekitarku, melihat dan memperhatikan kawan kawan yang sedang berjuang dengan macam macam expresi. Mereka begitu menggemaskan! Dan aku hanya tersenyum bersama lembar jawaban yng rapi, bersih, kosong dan teramat manis itu. Terimakasih matematik~
Langganan:
Postingan (Atom)
aku tidak pandai bicara, menghitungpun aku tak pintar. lebih baik menuliskan agar bisa terdengar. maafkan segala kekurangan,terimakasih sudah membaca..