ketika tak bisa bicara, maka tuliskanlah, jika tak mampu menuliskan, maka tersenyumlah, setidaknya mereka tidak akan tahu jika kamu sedang tidak baik baik saja..

- By RikoAfrian

Rabu, 18 Maret 2015

| 0 komentar
Alunan angin tak mampu mengusir sepiku
Buaian rumput jua tak mampu menidurkanku
Kesenderian yang semu membuatku merindu
Yang tak termimpi menjadi sesuatu
Memang ku sadari
Rangkaian peristiwa yang menyepi
Menyentuh sanubari hati
Dan meninggalkan jejak yang berseri
Hanya waktu yang tau
Mengapa ramai siang membuatku gelisah
Mengapa hening malam membuatku bersedih
Ini sekedar coretan pena, seperti sebuah curahan
Menuangkan hati lewat tinta
Tapi ini adalah nyata
Setiap saat memang selalu bermakna

no answer…

Sabtu, 20 September 2014

| 0 komentar


Just stay still, even when there is no answer
Dark, deep and mad
I don’t know how to use this tool
Somebody please help
How I make this one to be something
Just stay still, love is hard
I know, don’t cry please
Just close your eyes
There is no one who can hold your hand
Just against your tears
Even it hurt you
I wanna hug you
But damn I can’t
We are distance
This is air
And your is land
Please don’t be mad, stay still
Be nice person and hold on
I will be there
Just wait until sun rise again
Or star bright in your dream
I wish nighmares never come back
And you will sleep tight
Good night
I wish you well
Even there is no answer
This is about heart
About being nice or mad
Just hold on
Against your feel cry
Hide your weakness
Just stand there
Be strong person and smile
And God will be there for your smile
Try and try..
Even when there is no answer
This is about your love
About my fingers dance in your mind
Your words dance in my brain
You stuck me there
I cant do anything
Its hurt me
You are so mean
I just stay still
Even there is no answer
Just smile and trear comes from my eyes
Where are you?
Im here try to against my bad feels
I still here
Even you never come
Is our sun different?
So that is like far for you?
Damn I love you
But there is no answer
Even so. I still stay
Stand up with my little brave
Waiting for you
Who never come back
Just come when my brain not function
And when my chest hard to breathe
Is your naughty not here?
It okay, I still here..
Never im never
Will waiting you again Im never
Just be here with another reason
Except you..
Please go away
I will stay here
Because another person will pick me here
With you there is no answer…

Appa Eodiga

Kamis, 06 Maret 2014

| 0 komentar


5 pasang pria dewasa beserta masing masing anak mereka. Appa eodiga
Sebuah variety show dari Korea yang begitu aku suka. Sungguh kali ini benar benar favoritku. Terlalu banyak yang istimewa, dari mulai adanya Kim Minguk, Sung Joon, Yoon Hu, Song Jia dan Lee Junsu. Mereka terlihat istimewa, sungguh membahagiakan bisa menjadi seseorang yang melihat kebersamaan mereka. Belum lagi karena hadirnya Kim SungJoo appa, Sung Dongil appa, Yoon Minsoo appa, Song Jong Kook appa dan Lee Jong Hyuk appa. Mereka sungguh istimewa. Menginspirasi dan membahagiakan. Terima kasih kepada mereka, yang dengan bangga mengadakan acara semenarik ini, menurutku!
Setiap menit dan detiknya ku nikmati. Ketika mereka menangis, tertawa, bicara, diam, bimbang, takut segalanya yang mereka rasa. Terlihat begitu tulus dan menggemaskan.
Sungguh…
Kim Minguk.. seorang hyeong  dan oppa yang begitu baik dan patuh, membuat aku luluh. Ia anak yang baik, seorang hyeong dan oppa yang patut untuk dihormati. Walau terkadang terlihat cengeng dan manja, sebenarnya itu hanyalah sisi lain dari ia seseorang yang wajib menjaga adik adiknya. Mungkin melelahkan baginya, menjadi hyeong dan oppa untuk keempat anak lainnya. Apapun yang terjadi, Kim Minguk tetap yang pertama..  Minguk Fighting..
Sung Joon.. ah, ku sebut ia seorang pria. Elegan, berkarisma dan sungguh tampan. Sungguh, umurnya tak pantas dibilang remaja, namun sungguh tampannya mampu mempesona setiap wanita, menurutku! Aku menyukainya, karena kekaleman dan kecerdasannya. Dia adalah seorang oppa untuk adiknya dirumah. Dan seorang hyeong dan oppa untuk appa eodiga. Kelak, ia akan menjadi favorit setiap wanita. Joona noona love you!
Yoon Hu.. my chubby guy! Melihatnya membuatku ingin segera melahap makanan. Anak tunggal dari keluarga Yoon. Sangat ramah dan sangat menggemaskan. Sungguh! Membuat setiap orang ingin selalu memeluknya, karena ia terlihat sangat lucu. Aku menyukainya, terlebih lagi dimataku ia kelak akan menjadi seorang pria yang begitu respect dan setia, sekarang sudah mulai terlihat dalam dirinya. Ah.. my chubby hu:3
Song Jia.. satu satunya wanita, ia tercantik dan termanja. Sungguh… dirumah ia adalah seorang noona. Tapi untuk appa eodiga ia adalah seorang wanita yang cantik dan baik hati tentunya. Walau ia sering menangis, namun tawanya melebihi dari tangisnya. Aku merindukan sosoknya. Berjuang diantara 4 pria agar bisa nyaman adalah bukan hal yang mudah. Namun, Jia tetaplah Jia. Gadis tercantik di appa eodiga. Jia.. you are strong girl!
Lee Junsu.. my favorite boy! Really! I love Junsu more than other kidsJ mianhe.. but this is real. Junsu is real man. Dengan bangga membawa big pumpkin dengan tangan kosongnya. Luar biasa. Memiliki senyuman yang sungguh mempesona. Membuatku selalu ingin melihatnya. Selalu merindunya. Aku selalu merindukannya.  Noona percaya, kelak Junsu akan menjadi seorang pria, benar benar seorang pria. Karena Junsu is my real man now, and still my real man later! Saranghaeyo Lee Junsu…
Mencintai mereka bukanlah hal yang mudah.. ketika rindu apa yang bisa ku lakukan? Hanya kembali memutar tayangan mereka, sungguh… benar benar… hoofff….
Tak lengkap pula jika tanpa Appa Appa disana..
Kim Sung Joo.. entertainment plus seorang ayah dengan 3 orang anak,  ayah yang baik dan begitu lembut. Di appa eodiga ia terkenal dengan bad luck nya. Karena keseringannya mendapat sesuatu yang bad. But… Kim Sungjoo appa adalah pria yang baik, sungguh..
Sung Dongil.. sebenarnya begitu penyayang dan sungguh baik. Hanya saja, ia tak terlalu pandai mengekspresikannya. Seorang actor yang memiliki 3 orang anak. Walau terkadang bawaannya terlihat menakutkan bagi anak anak lainnya. Tapi tetap saja, ia adalah ayah yang begitu baik, sungguh..
Yoon Minsoo.. seorang penyanyi yang begitu berbakat. Memiliki seorang putra yang begitu ia cinta. Appa termuda di appa eodiga. Walau begitu, ia amat populer dikalangan anak anak. Karena bawaannya yang hangat dan santai, membuat setiap orang betah didekatnya. Mourice a.k.a Minsoo ini begitu mahir dalam memasak. Senyumnya manis dan seorang pria yang baik, sungguh..
Song Jong Kook.. atlet atau pemain sepak bola ini adalah daddy daughter. Sangat memanjakan anaknya. Pria 2 orang anak ini begitu cinta keluarga. Walaupun ia terlihat begitu pria, namun ketika bersama anaknya, ia begitu lembut dan hangat. Aku menyukainya karena ia begitu dan sungguh begitu baik pada keluarganya, sungguh..
Lee Jong Hyuk.. pria favoritku. Mianhe! But he is really really my favorit, like Junsu. hehe.. bawaannya yang cool dan hangat membuat aku menyukai sosoknya. Actor Korea ini terlihat sangat pria. Namun walau begitu, ayah 2 orang anak laki laki ini sungguh hangat saat bersama anak anaknya. Suara beratnya selalu membuatku rindu. Paras tampannya tak bisa ku hindari, ahahahhaa. Membuatku jatuh cinta padanya, sungguh cinta padanya.. I’m a big fans of Lee Jong Hyuk.. hhehee.. but is true!

Mereka menghiasi Appa Eodiga season pertama, kini season 2 hanya ada Hu disana. Tapi itu tak masalah. Season 2 masih bisa ku nikmati. Tapiii… sungguh aku merindukan mereka…. Mereka yang dengan setia menghiasi layar laptopku dengan senyum khas mereka..
Kalau saja aku bisa ke Korea, akan ku kunjungi satu persatu apartement mereka. Ah… hanya inginku… wait! Doaku akan terkabul kelak, right? Arraseo, kelak aku akan menemui mereka, amiiin….
Tak lupa, beserta Appa appa yang luar biasa….. saranghaeyo appa……
Appa eodiga… terimakasih sudah menginspirasi…
Kini aku merindukan mereka…. Appa eodiga season pertama…

I call him 'kalem'

Senin, 01 April 2013

| 0 komentar

Selamat sore menjelang petang..
Air hujan masih saja dengan mesranya menggelitik sang mayapada. Tanah tanah seakan bahagia kembali bersentuhan dengan air air cantik itu. diantaranya, ada butiran butiran harapan dari tiap perjuangan, seperti harapanku tuk bisa menggapainya. Warna warnanya cantik, anggun nan mempesona. Ada irama didalamnya, membentuk sebuah simfoni yang membangkitkan selera. Aku berenergi, bersemangat dibuatnya, seperti saat menatapnya, aku tersenyum bahagia. Hujan dan dia~
Ada cerita, tentang masa masa indah yang lalu, antara teman dan sahabat menjadi sebuah ikatan nan erat. Bersama mereka, terdapat sebuah rasa kenyamanan yang tak ada duanya, sama seperti matanya menatap lekat mataku. Ada cerita, ada tawa, duka, lara dan bahagia, dengan mereka tersenyum bahagia, dan dengan mereka menangis bersama, sama rasa, seperti rasaku dengannya, saat harus menatapnya dalam diam dan jarak sekian, saat harus merekam tawanya dalam memori fikiran. Ada bahagia dan lara bersamamu, walau faktanya aku tak benar benar bersamamu. Kita dan dia~
Masih menatap langit yang begitu mempesona, memancarkan seribu keindahan yang patut untuk dibanggakan. Jagat raya yang menawan, kerap kali memberikan suatu pencerahan. Bintang dan bulan nampak bersinar, sinarnya mungkin lebih indah dari sinar matanya. Namun keduanya sama, membuat terpesona dan terpana dibuatnya. Ada kenyamanan yang tak bisa digambarkan, dilukiskan bahkan diucapkan. Bintang dan dirinya, aku menyukai keduanya. Bintang dan dia~
Aku tak lebih dari sekedar mengetahui namamu, dan akupun tak lebih dari sekedar sang penikmat langit. Cakrawala nan istimewa, buatku melayang dibuatnya, aura hangatmu, sama membuatku begitu. Aku tak mengerti, langit begitu teduh, begitu manis dan kalem untuk dinikmati, salahkah aku jika menggambarkan langit seperti sosokmu? Yang teduh dan kalem dalam diammu. Walau memang langit kerap kali buat kejutan nan fantastik, entah hujan beserta rombongan, entah taburan bintang beserta rombongan, atau kelak langit akan berhenti manis dan bersandiwara. Aku tak tau, aku hanya penikmatnya, penikmat parasmu dan aku bahagia dalam diam. Langit dan dia~
Apalagi yang harus ku tuliskan? Aku tak tau. Cukupkah aku memujimu? Usiamu seminggu saat aku mulai merasakan bernafas sendiri. Seminggu? Waktumu menantiku? Atau memang hanya satu minggu itu yang tau. 9 bulan sebelumnya, orang tua kita bersenang senang merasakan fantasi yang tiada duanya. KuasaNya lah yang akhirnya menjelmakan kita untuk hadir mengisi ruang ruang kosong dalam mayapada penuh kemunafikan. Waktuku mulai bernafas, banyak bintang menanungi, mereka silih berganti mewarnai malam. Waktumu mulai bernafas seminggu sebelumnya? Aku tak tau, bisakah berbagi itu denganku? Bintangkah atau langit biru yang menaungi? Aku ingin mengerti, dan aku ingin memahami. Bukankah menjadiku sulit dirasa? Mencintai dalam diam. Apakah ini cinta? Sesederhanakah ini cinta? Menatapmu dari jarak yang tak mampu digapai, lalu diam diam mendoakanmu dalam sujudku, setelah itu kembali memperhatikanmu dari jarak yang tak mampu untuk saling menyentuh. Mudah? Atau begitu menyakitkan? Amat menyesakkan, saat kita harus berselilih langkah namun tak ada percakapan dalam detik yang menguntai. Seakan angin angin yang mengiringi jarak itu menertawakan kepengecutan yang ada dalam diriku. Apakah aku ini pengecut? Mungkin saja. aku memang ingin kamu tau, namun sejauh ini hanya ini yang bisa ku lakukan. Memelukmu dalam setiap doa yang terpanjatkan, mencintaimu dari jarak kesekian, dan merindukanmu yang tak mungkin merindukanku.

Terimakasih matematik~

Rabu, 20 Maret 2013

| 0 komentar

Dan kini aku tau, titik terbodoh dalam hidup adalah ketika aku mengerjakan soal matematika, dimana dalam 50 soal itu aku hanya bisa mengisi 6 soal yang belum pasti kebenarannya. Mengapa begitu tragis? Dimeja ini, yang seharusnya menghitung aku malah lebih senang untuk menulis, ntah apa tujuannya yang jelas aku hanya mengikuti keinginanku diwaktu darurat ini. Sedari tadi, integral, logaritma, trigonometri dan kawan kawannya meminta bahkan memaksaku untuk segera menuntaskannya, namun lagi lagi aku hanya tersenyum sambil berkata “Maaf sayang, aku tak bisa” konyol memang, namun mau bagaimana lagi? Ingin rasanya melambaikan tangan lalu mengibarkan bendera putih, tapi rasanya itu tak mungkin. Lebih baik aku memandang sekitarku, melihat dan memperhatikan kawan kawan yang sedang berjuang dengan macam macam expresi. Mereka begitu menggemaskan! Dan aku hanya tersenyum bersama lembar jawaban yng rapi, bersih, kosong dan teramat manis itu. Terimakasih matematik~

aku tidak pandai bicara, menghitungpun aku tak pintar. lebih baik menuliskan agar bisa terdengar. maafkan segala kekurangan,terimakasih sudah membaca..