ketika tak bisa bicara, maka tuliskanlah, jika tak mampu menuliskan, maka tersenyumlah, setidaknya mereka tidak akan tahu jika kamu sedang tidak baik baik saja..

Friday, Sept 18 2015.

Rabu, 14 Oktober 2015

| 0 komentar


I told him. He said thanks? I think. It’s over now. I feel relieved. It’s no say good bye, no isn’t. just another word of ‘hey I’m moving on’ thank you so much. For all of those lesson, it’s make me become a mature girl, I think? Hehe.
Wait, he didn’t say thank you, just sent clapped icon, and moved icon with several tears? Hehe. And wait! I didn’t tell him, just sent my writing in this blog, the title is backnumber 15. Ridiculous, I know. But I just I don’t want to be called a loser. I didn’t ask him to be mine, because I don’t want him to be mine, I just like seeing him from far away. Just seeing him.. no more.
And now, it’s over. No more. I have enough beautiful time back then. I have to look my fore now. See you, I wish you well, as always, as before and will be like that in the next day.
Dear you who read this my sincere syllables, please don’t complain or judge me with this absurd sentences. I know, and you know, I’m learning, and I’m not the yankee. That’s all.
Thank you.
Friday, Sept 18 2015.
DienyRahmi.







 


#Nomorekalem.

Rose,

| 0 komentar


Rose,
Beautiful Rose..
From Rosebud become Rose, to be rosebush
Am I right?
Now you are still in my top roster
You aren’t rosy in my eyes.
In my rosary?  Yes you are.
This is my random, you no need to understand
My rose, a rod.
Rollicking and walking, just go away please.
Rose, beautiful red.
I need some arable and arbiter for those arbitrary
The Rose arise
Rose could be rosy.

Catur Trisha GWS

Senin, 12 Oktober 2015

| 1 komentar


Today, I saw again, the word of tears. Its hurt me totally. Tapi, apa yang lebih membahagiakan selain menjadi orang yang dipercayai? Terimakasih sudah tetap disini, bersama dan dengan aku. Berbincang seakan waktu cepat berlalu. Detik berganti, dan kita masih tidak berhenti. Itu hanya waktu aku kamu dan kamu. Dimana kita mampu habiskan berjam jam hanya dengan saling bertukar ucapan. Hari yang indah. Mendengar cerita yang orang lain tak bisa dengar. Mendengar kalimat yang secara cantik dirangkai hingga menjadi sebuah ucapan. Apa yang lebih indah dari menjadi orang yang mampu melihat kekuranganmu? Aku bangga, bahagia dapat dipercaya. Melihat air mata menetes bebas menghujam ujung paras cantik kamu dan kamu. Terimakasih sudah berbagi. Seandainya jika tidak ada hari esok, aku tetap bersyukur akan hari ini. Sepertinya bintang iri padaku, mereka tak mampu mendengar, melihat kebersamaan kita dari jarak ratusan kilometer. Aku hanya bahagia, setidaknya kamu percaya, aku disini dengan kamu dan kamu. Jangan menjauh atau pergi, bicaralah. Aku akan tetap mendengarkan, dengan begitu aku akan tahu, apa yang kamu rasa, kamu menangis lalu tertawa. Terimakasih untuk duka, membawa bahagia dan terasa. Selamat malam. Catur dan Trisha, semoga lekas sembuh.

'6 dari 50 soal’

| 1 komentar


“6 dari 50 soal” , diketiknya  siang ini ketika aku bertanya sebuah judul untuk tulisan. Apa yang harus ku lakukan dengan judul itu? ah ntahlah, siapa peduli. HAHAAAA…
‘too soon a learn to say good bye”  sepotong lirik lagu milik Dikta – Goodbye. Oh lagu ini, sebuah lagu yang si Jopi separuh ingat liriknya. Lagu ini dikenalkan oleh Jopi, si Jovian. Ntah apa yang dilakukannya sekarang, terakhir updatenya berisi parkour teamnya. Semoga angin menitipkan salam pada Jopi, yang pernah cerita jika ia benci pada asap yang mengganggu aktifitasnya disana. Semoga sekarang segalanya membaik Jo! Baik baik dipulau sebrang.
Pernah dengar lagu ‘don’t wanna try’? Dinyanyikan oleh Frankie J. lagu ini dikenalkan oleh Taeyang BigBang. Dicovernya diiringi piano daaaaaaaaaan, amazing.
“antara cita cita yang tinggi dan kita-kita yang penuh gengsi” katanya intuitif banget. Intuitif? What is that? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia In.tu.i.tif adalah bersifat (secara) intuisi, berdasar bisikan (gerak hati), lalu apa itu? ntahlah apalah itu. seseorang sedang hobi berbicara tentang intuitif, mari biarkan dia berbahagia dengan kesibukannya.
“You and I could be like Alladdin and Jasmine, lets make it happen” a part of by Chance (you and I) – JRA. did you ever hear this song? This song was introduce by Wibi Yudha, one of my friends. Nope, I just wanna tell you, this song is cool. That’s all.
Apakah Mas Adi masih suka mampir di blog ini? Melihat tulisan tulisan konyol ini lalu mengirimi pesan dan berkomentar. Rasanya tidak, sepertinya mas Adi sudah sibuk dengan pekerjaannya, dan mari kita doakan semoga Mas Adi cepat membawa gadis Uzbekistannya itu ke pelaminan, amin. Hihiii
Apakah Pa Budi masih suka mengontrol blog ini? Pa Budi, one of my favorites teachers. The cool teacher and I thin’ he’ll forget me. Dia hanya mengingat tulisan dan blog ini. Jika bertemu dijalan? Dia tak akan menyapa. Karena dia lupa seperti apa rupaku ini. Dan nyatanya benar terjadi. Setidaknya Pa Budi masih mengingat, dan mengatakan jika dia menghargai apa yang dilakukanku, memberikan nilai maksimal untuk blog ini. Yang sebagian orang mengatakan tak penting, norak, atau bahkan konyol ini ternyata seorang Budi Edun mengatakan jika ini keren. Jika ada nilai Bahasa Indonesia di rapot yang nilainya lebih dari 90, itu Budi Edun yang memberikan. Katanya itu pantas. Terimakasih Pa Budi, bapak keren. Sayangnya, ada situasi bapak tidak menjadi keren. Ketika itu satu kelas benci, Pa Haji Budi tidak lagi bisa bertemu, dia sudah naik level. Masih tetap keren. Biar aku saja yang mengerti.
“Dear Diary,” tahu lagu Mocca yang satu ini? Ini dikenalkan oleh Mas Adi. Seseorang yang kenal ditempat les bahasa Inggris. Orang pertama yang bilang jika namaku weird. He is annoyin’ but ada sesuatu dalam dirinya yang akan perfect jika duduk bersebelahan dengan Mas Mirza. Mereka kemana sekarang? Katanya Mas Mirza sibuk traveling, dan ingin main ke Bandung tapi belum tahu kapan. ‘selamat hari ini’ kalimat favoritnya. Mas Adi, disini ditemukan lagi, manusia yang sedikit riweuh, sedikit aneh dan ntah apa yang terjadi, dia menjadi teman. Aku percaya Mas, suatu hari dia bakal jadi orang besar. Sudah banyak usaha, pengalaman dan kebaikan pastinya. Didoakan semoga dia bisa menjadi seseorang yang diinginkannya, Muharam.
‘6 dari 50 soal’
Itu seperti jawaban jika ada seseorang yang bertanya “berapa soal matematika yang kau kerjakan hari ini”
‘6 dari 50 soal’
Trigonometri, Integral dan kawan kawannya. Ah aku rindu. Di kelas Jurnalistik tak pernah ku jumpai mereka, namun si cantik statistic masih saja sibuk mengisi lembar demi lembar buku catatan. Oh God, bisakan aku skip angka angka itu?
‘6 dari 50 soal’
Berikan aku jawaban. Berikan aku alasan. Berikan aku penjelasan.
‘6 dari 50 soal’
Kali ini giliran kamu! Write things about these sentence!
Sang pemberi judul ‘6 dari 50 soal’ , selamat malam. Semoga malam ini menyenangkan.
Ah tidak, selamat dini hari. Semoga sudah tidur dan berbahagia esoknya. Terimakasih sudah menjadi teman.
Terimakasih, hari ini sudah menemani, menemani untuk tidak mengerti penghitungan sampel disproposional atau apalah itu.
Selamat malam.

Sept 17

Selasa, 06 Oktober 2015

| 0 komentar


Sept 17
Sepertinya aku sudah lupa bagaimana sunset menyapa. Bagaimana sunrise disambut dan menyambut. Rasanya sekarang tidak lagi terasa angin yang dengan santai membelai daun telinga, menghempas lara yang ntah mengapa ada. Ini aku, dan aku tak tahu mengapa. Sudahlah, lupakan. Ada yang tak mau bicara, tak bisa bicara dan sungkan untuk bicara. Semuanya baik baik saja. Masih banyak cinta disini. Dengan bahasa banyak rasa yang terasa, dengan senyuman perasaan tergambar tanpa hampa. Bersyukurlah untuk hal semacam ini. Belajarlah. Menatap hari esok tidak semudah seperti menghela dan mengambil nafas hari ini.
aku tidak pandai bicara, menghitungpun aku tak pintar. lebih baik menuliskan agar bisa terdengar. maafkan segala kekurangan,terimakasih sudah membaca..