ketika tak bisa bicara, maka tuliskanlah, jika tak mampu menuliskan, maka tersenyumlah, setidaknya mereka tidak akan tahu jika kamu sedang tidak baik baik saja..

JIM MORISSON

Minggu, 09 Desember 2012

| 0 komentar

Ini dia 5 desember ,begitu baik melihat jendela terbuka ,menatap gunung himalaya yang jauh ,dan tidak bisa ku lihat,, malama zini saya ditemani jhon lennon yang sudah mati tapi masih bernyanyi ,dan rombongan the strokes yang jauh datang dari amerika . dan adhitia sofyan yang fasih berbahasa inggris juga kopi indonesia yang bentuknya seperti air comberan tapi saya doyan .selamat sore semoga bahagia dan tetap tenang jika itu yang kamu inginkan .
Saya punya janji dengan teman saya yang bernama dieny rahmi yag mengidolakan mantan suami dewi persik * apabanget * ahahahha hampir tidak percaya ,ada orang seperti dia seorang remaja yang suka menulis dan berbagi kisahnya dan tidak lupa tuhanya ( di yakinkan setelah melihat bio akun twitternya ) berbanding terbalik dengan kehidupan remaja pada layaknya yang mengedepanan keeksistensian ,, saya kenal di sebuah English class pertama saya kenal dia aneh karena nama depannya “die” yang artinya kalian tau sendiri ,,saya bisa nulis dia karena dia dengan begitu beraninya menulis tentang saya ,, dia manusia biasa yang suka makan cakwe .,dan menyukai binatang yang sangat lucu katanya yaitu kucing ( kalau aku mah tidak )mending melihara kecoa bisa cari makan sendiri ,atau kangguru, gajah ,jerapah ,kuda,kambing , yang bisa saya tempel di lemari es,ahahahhaha dia masih sekolah beda 138390 derajat dengan saya sekolah dulu yang suka sekali masuk BP daripada kelasnya sendiri tapi terima kasih guru kau telah memberi kunci jawaban sewaktu ujian nasional sehingga saya lulus dan menjadi manusia yang berobsesi menjadi “spiderman” ahahahahaha ,,tapi tetap guru sejati ku jhon lennon yang tak akan pernah cape bernyanyi di dalam computer . 
Dia dieny rahmi bercita cita menjadi guru yang bisa dicintai siswanya. Guru yang bisa membuat siswanya sedih dan kehilangan saat hari itu tidak mengajar . woow mulia sekali . semoga tercapai cita cita mu dieny rahmi ,, semoga kau tidak menjadi jhon lennon guru ku yang ditembak mati .. oleh muridnya sendiri ,, semoga kau menjadi suri tauladan bagi seluruh rakyat indonesia ,ahahahaha maaf saya telah memperkenalkanmu dengan adhitia sofyan dan mocca bukan bermaksud untuk mendoktrin apa yang saya suka menjadi kesukaan bagimu .,walaupun saya tidak tau seluruh kesukaan kamu selain cakwe dan kucing ..oh iya satu lagi si kalem yang selalu menjadi inspirasi bagimu ,,entah sampai kapan kamu menulis tentang dia tapi saya salut dengan kamu yang selalu memperhatikanya setiap hari, dan ber do’a si kalem mendekatimu dan bilang ‘’ APA KAMU LIAT LIAT “ ahahahhhajokes .
Semoga ini bukan tulisan terakhir untukmu terima kasih telah mmembahagiakan dan terima kasih banyak buat bapak kolonel haji moammar qadafi semoga tenang disana ,bapak calon bupati yang merakyat karna saya liat pernah berkunjung ke pasar sewaktu pemilu ,bapak mick jager dan kawan kawanya di inggris ‘cia you’ .bapak jhon lennon dan ibu yoko ono yang keren sekali ..bapak mike Tyson di rumah, mudah mudahan di beri ketabahan oleh allah ,bapak maradona di argentina yang nambah gendut saja , tanpa keberadaan kalian di dunia ini pasti saya tidak pernah mengenal kalian, seolah olah kalian sengaja bergabung .datang pada masa muda saya ,untuk member i saya tau bahwa benar kiranya : tidak ada yang kekal selain apa yang sudah kita lakukan ..


created by adi apriyanto

spiderman dan toni blank :)

Selasa, 04 Desember 2012

| 0 komentar

Selasa, 4 Desember 2012
*english class
Tak seperti biasanya, kelas lebih ramai dan penuh dibanding hari kemarin. Dan ternyata 2 orang sekawan sedang duduk manis di barisan depan, kesan pertamaku untuk 2 orang pria itu adalah ‘berisik’ hhaha~ usai memperkenalkan diri, mereka berbaur menjadi satu bersama kami yang sedari dulu sudah menyatu dalam ruangan ini. Mereka ku panggil dengan sapaan ‘mas’, jelas karena usia mereka lebih tua dariku, ntah berapa tahun jauh usia aku dan mereka. Mereka tampak ceria, tampak selalu gembira, ntah mengapa, hingga akhirnya aku mengetahui alasannya. Salah satu dari mereka mengatakan “jangan sedih, nanti rugi, karena kita dilahirkan oleh sebab orang tua yang bersenang senang” kalimat sederhana namun penuh makna. Ternyata itulah doping mereka untuk tetap terlihat bahagia, walau ntah aku tak tau bagaimana didalam hati mereka masing masing, hhahaa~
Kurang lebih sejuta menit kita bertemu,lalu berteman dan bertukar cerita J bertukar kisah antara kegemaran.
Dengan teman, dengan kawan, dan dengan seseorang yang mengenalkanku pada musik klasik yang belum pernah ku dengar. Secara tidak langsung mengajarkanku sebuah etika dan cara untuk beraspirasi, dengannya belajar untuk menjadi sederhana lalu menjadi istimewa, yaaa kalimat singkatnya. Begitu menawan namun tak mempesona, hhhahaaa. Saat ku bilang dia puitis, dia bilang itu kelemahannya. Tapi, mengapa kelemahannya begitu pantas untuk dibicarakan.”kawanku pintar, kayaknya hafal semua rumus matematika, baik nurut pula, tapi Jhon Lennon tidak, tapi dia mendunia” sederhana memang, namun cukup untuk menggambarkan sebuah kebenaran. Amazing :D
Untuk seseorang yang bercita cita menjadi Spiderman.
Dia ingin menjadi spiderman, karena menurutnya itu keren. Lalu? Mengapa dia tak ingin menjadi boyband? Bukankah kini mereka sedang populer. Hhahaa~ seseorang yang memintaku untuk berkonspirasi dengan teman, agar lebih dekat dengan kalemku, maaf mas biarkan ini berjalan sesuai JalanNya, wkwk..
Seseorang yang tongob ketika pelajaran matematika, hhahaa~  sempat ia mengingatkanku dengan status konyolnya ini “hidup ini sesungguhnya senda gurau, sekolahlah yang membuatnya serius” aku hanya tersenyum membacanya. Itulah respondnya saat mengetahui aku lelah mengutak ngatik buku pelajaran (iya tah mas?hhaha).
Untuk seseorang yang bersedia mendoakanku dan memerintahku untuk mendoakan ayah ibuku. Kalimat kalimatnya kerap kali membuatku tertawa, tersenyum minimal, hingga aku suka untuk bertukar cerita. Hhhahaa~ bertukar data, dan bertukar tulisan seperti ini J
Seseorang yang menyukai warna biru, karena biru seperti warna langit, yang tinggi besar luas dan berguna bagi semua. (nusa dan bangsa engga mas? Hhaha). Namun tidak menyukai coklat, ntah apa alasannya. Dan sangat membenci seekor hewan yang begitu amat dan teramat sangat aku sukai, yaitu kucing~
Seorang teman, seorang kawan, yang bersedia menjaga bumi ketika malam,hhhahaahaa~ dan bertukar shift dengan kawannya ketika butuh relawan. Kadang terlihat gila, terlihat konyol, tapi sekali lagi dia banyak mengajarkan cerita, membuka mata walau tak selamanya nyata,hhhahaa~ memberikan pengetahuan, jika ada orang gila yang bernama toni blank, yang dengan jeniusnya menjawab setiap pertanyaan dari seseorang yang bertanya dan mereka sama gilanya! Hhahaa~
Dewasa sederhana dan kadang gila* kalimat sederhana yang kerap kali menghiasi dinding bio-nya :D memang, dia memang terlihat gila, walau tidak segila Toni blank (piss!!!!) . walau sedikit Gila, dia amat baik, bersedia meminjamkan flasdisknya untuk sekian lama, bertukar data, bertukar cerita hhaha. Karena dikenalkan olehnya, aku mendengar sebuah musik klasik yang tak sebenarnya klasik, namun nyaman untuk didengar, makasih mas~ hhaha
Hidup itu pendek, seni itu panjang* ntah apa maksudnya, sulit dimengerti namun ada penjelasan yang tersirat. Aku menyukai sastra, walau tak mengerti apa itu sastra, yang ku tau sastra adalah keindahan dalam berbicara, mengungkapkan, menggambarkan, mendengarkan dan berbagi cerita. Kawanku yang senang membully kawannya ini sering kali memposting kalimat kalimat yang terdengar ambigu namun amat memaknai sebuah cerita, apa maksudnya? Ntahlah~~~~ hhhahahaa...
Seseorang yang menyukai Jhon Lennon dan menggemari Soleh Solihun, tak banyak yang bisa dituliskan mengenainya, karena mengenalnya saja tak lebih dari seribu jam. Namun, terima kasiih, ntah tulus atau memang hanya senang berbicara, ia bersedia membagikan data, yang menurutku klasik dan patut untuk dimiliki. Mocca, Adhitiya Sofyan~ memberikan sebuah sentuhan musik klasik yang kenyataanya bukan sebuah musik klasik. Apapun itu, terima kasih untuk kebersamaannya. Menjadi teman dan kawan, menjadi seseorang yang ku panggil ‘mas’ hhhahaa~ selamat malam J tetaplah menjaga bumi, hingga mentari menyambut dalam doa pagi..

classical group

Jumat, 30 November 2012

| 0 komentar
Tak ada yang ingin ku bagi. Kabar gembira? Kabar duka? Semua tak ada dan sirna. Aku baik baik saja. sebaik baik mereka memperlakukanku, sebaik baik mereka menyayangiku. Mereka? Yaa mereka yang berjuta juta menit telah menemaniku, sedia dan setia berbagi cerita, canda duka tawa bahagia sirna melebur terhempas dalam kebersamaan kita. Tak banyak yang bisa kita bagi dalam ruangan luas itu, namun kebersamaan kita selama ini bukanlah hal klise yang dengan sengaja terjadi, tapi memanglah suatu takdir yang dipastikan terjadi olehNya agar kita saling mengerti, saling memahami, dan saling peduli. Apa arti dari sebuah kasih sayang, sebuah loyalitas dan sebuah perjuangan. Berbagi pengalaman, melempar senyuman, melontarkan ejekan, cacian kadang, itulah indahnya masa masa kebersamaan kita. Tak ada yang perlu disesali dengan kemarin, hari ini, lusa dan kelak hari hari yang akan kita lalui bersama. Semua indah pada waktunya. Seindah saat kita terpisah rombongan saat di Pantai Kuta, seindah saat kita mengakui kesalahan karena tidak mengerjakan tugas dan berinisiativ menjemur diri dilapangan,seindah saat kita bertamasya ke hutan pinus itu, seindah saat kita bertamasya ke air terjun itu, seindah saat kita menangis dan meluapkan segala yang mengganjal dalam batin sekian lama, dan segala moment kebersamaan kita yang tak bisa dituliskan satu persatu. Kalian hebat, kita hebat, mereka hebat! Tak masalah saat kita kalah dalam perlombaan tarik tambang, tak masalah saat kita kekuarangan pemain saat beradu futsal. Semua itu indah, seindah saat kita mendapat juara untuk perlombaan paduan suara, saat kita menjadi juara dalam perlombaan K3. Semua indah seindah aku bisa mengenalmu, dan mengenal kalian, mengenal mereka, dan kini menjadi kita. Kita yang banyak dikagumi banyak orang, yang diiri banyak orang karena kebersamaan dan keeratan hubungan kita. Biarlah problem problem kemarin lengkapi perjalanan masa masa indah kita, biarlah rajutan rajutan ini terukir hingga menjadi sesuatu yang lebih indah dari yang kita banyangkan. Aku mencintaimu, mencintainya, mencintai kalian, dan mencintai mereka. Dan aku teramat sayang kepada kalian. Ada rasa rindu yang tersirat saat libur panjang, ada rasa gelisah saat kita tak saling bertukar kabar, ada rasa resah saat kita tak saling melempar ejekan, dan ada rasa sayang yang teramat luas untuk kebersamaan kita. Tetaplah menjadi diri kita, dan jadilah sebuah keluarga yang kelak akan kembali bersama diwaktu dan tempat yang lebih indah. Terima kasih sering kali menguntai sejuta kenangan untuk hidupku, terima kasih sering kali melontarkan candaan yang sedikit bahkan teramat menyinggung hati, terima kasih telah menjadi sesuatu yang lebih dari hanya sesuatu untukku, terima kasih karena tetap dalam keadaan baik baik saja.. terima kasih atas cinta dan duka yang telah kita bagi dan rasakan bersama. Tidakah indah kebersamaan kita? Resapi dan yakini, aku mohon! Jangan ada yang berubah, tetap menjadi Classic seklasik kita bersama dalam memori klasik dalam sejuta pena.

another of them~

| 0 komentar
Harus bersanding dengan seeorang yang sudah tidak lagi aku sayangi adalah hal tersulit yang pernah aku alami, berpura pura mencintai walau sejujurnya hati sakit dan terlukai. Tak ada yang salah, hanya jaraklah yang membuat semua ini berubah. Aku tak bisa tanpa teman, tanpa perhatian dan tanpa sapaan sayang, dan aku butuh itu dalam jarak dekat, bukan jarak yang puluhan bahkan ratusan kilometer. aku butuh seseorang yang bisa mendamaikan suasana, menghangatkan dinginku, mendinginkan panas hatiku, menyejukkan malamku, dan kembali hadir dihadapanku saat aku butuh someone yang harus menenangkanku. Aku lelah jika harus terus berkutat dengan ponsel dan semacamnya, menanyakan kabar melalui benda persegi panjang itu amatlah melelahkan, tak bisa menyentuhnya, merasakan aromanya, adalah suatu keengganan dalam hariku. aku muak jika harus terus mengabarinya setiap menit, detik bahkan, karena jarak yang membuat semua ini terjadi, walau bukan hanya itu, kini hadir sesosok pria yang belakangan ini mengisi lembar demi lembar kekosongan hati karena ditinggal pergi ia yang menjauh ntah kemana. Tak ada yang salah disini, namun lambat tapi pasti aku sudah tak memiliki rasa yang sama padanya seperti dulu, aku lebih merasa nyaman dengan dia yang baru, yang siap dan siaga selalu ada kapan dan dimanapun aku ingin pergi lepaskan kegundahan hati. Dia yang baru? adalah temanku, dan itu pernyataan beberapa waktu lalu, dan kini ia aalah kekasihku, kekasih yang berbeda, berbeda hingga aku tak mungkin masuk dalam rumah TuhanNya. (Diiiiii)

Ntah apa yang belakangan ini terjadi, ia semakin menjauh, semakin menjauh menjauh dan berubah. Aku tak lagi mengenalinya, dia yang dulu, yang amat mengerti dan baik hati. Kini berubah menjadi seseorang yang tidak aku kenali, tidak aku pahami. Adakah laki laki lain disana? Yang dapat menggantikan posisiku dihatinya? Yang dapat menjadi sandaran dalam setiap letihnya. Aku disini, dan kamu disana, kita sudah tidak lagi di tempat yang sama, namun kita selalu dekat saat bulan masih dapat kita lihat. Berkali kali aku bertanya “apa yang salah?” dan kau hanya diam tak menjawab. Aku risau, aku takut kehilanganmu, dan rasa kehilangan itu semakin menjadi saat seorang pria mengaku mencintaimu. Seorang pria? Dan itu adalah temanku sendiri, dan temanmu juga, ya teman kita! Teman yang selama ini aku percaya akan menjagamu disaat aku jauh, namun kini ia berganti status menjadi kekasihmu. Bisa dibayangkan betapa sakitnya aku? Betapa kecewanya aku? Tak ada yang salah memang, namun tidakah mengerti aku jika aku tidak baik baik saja tanpamu. Tak bisakah sekali lagi kita benahi hubungan ini. Aku sayang kamu, melebih yang kamu tau, tapi rasanya kamu lebih nyaman dengan dia dan lebih memilih menjauh dariku, itukah maumu diiiiii? Aku lelah mencintaimu.. (koko)


Melihat seorang teman sedih sendiri, kacau tak bersuara, hanya sesekali diam dan menyatakan jika dia baik baik saja adalah lebih menyakitkan dibanding ia memukul wajahku. Parasnya cantik dan manis, aku menyukainya, ntah dimulai sejak kapan rasa itu muncul, tapi seolah olah semua itu membuatku semangat untuk mengawali pagi, dengan dia dan tanpa dia, semenjak rasa itu muncul aku bingung sendiri, haruskah aku berpura pura tak memiliki rasa, atau lekas ungkapkan dan siap terima semua resiko. Sebagai seorang laki laki, aku merasa jika aku lebih baik mengungkapkan. Dimulai dengan mengakui rasa yang dimiliki ini pada kekasihnya, seorang pria yang sudah beberapa ratus hari menjadi temanku. Untungnya aku mengabarinya lewat ponsel, jika langsung mungkin ia sudah menghajarku. Tapi semua itu tak lantas membuat masalah usai, ia harus tau dan aku memberi tahu keadaan ini padanya. mereka putus(red dia dan kekasihnya) dan kini si cantik nan manis itu menjadi kekasihku. Jahatkah aku? Lalu apa yang harus aku lakukan jika semua ini sudah terjadi. Berpura pura menyesali? Atau terus melanjutkan hidup yang penuh pelangi ini? Ntahlah, yang aku tau, aku sayang dia dan dia sayang aku. Kita saling nyaman dalam sebuah hubungan suci walau kami tak tau akan jadinya apa status ini. Karena saat ini, cara kami berdoapun tak sama. (cino)



Selamat pagi lagi :)

Selasa, 27 November 2012

| 0 komentar

Selamat pagi..
Pagi yang indah ditemani setumpuk tugas dan disinari segaris cahaya mentari yang setia temani pagi ini. Pagi yang indah sekali lagi, melihat ia berdiri di samping matic merahnyanya itu sambil melepas helm kesayangannya. Dengan khasnya, ia berjalan menuju kerumunan teman temannya. Tak peduli sekitar memperhatikan, dengan santai dan KALEM ia melangkah penuh pesona. Kadang hanya langkah, ia membuat aku terpana. Terdengan lebay? Mohon dimaafkan J
Tak pernah terfikirkan olehku jika harus menyapamu dipagi itu, presepsiku hanyalah tetap diam dan kembali memperhatikanmu dari kejauhan. Pengecutkah aku? Biarlah!
Untuk kejadian di tempat itu, kurasa cukup dan pagi ini kembali menguntai sejumput harapan dalam setiap keramaian.
Masih di tempat yang sama walau bukan di posisi yang sama, menguntai setiap klimaks dalam setiap kejadian, seperti pagi tadi saat aku kembali melihatnya serius membaca, ntah buku apa, yang aku tahu dia baik baik saja dan sesekali memperhatikan sekitar yang terlalu bising untuk diperhatikan. Ingin sekali aku hanya sekedar menyapamu, namun sekali lagi aku terlalu pengecut untuk menyapamu. bukan mauku, namun biarkan aku mengikuti alur dari setiap langkahku, tanpa menghiraukan sekitar yang selalu mendesakku untuk segera lebih mengenalmu. Bukan caraku! Aku lebih nyaman seperti ini, mengikuti langkahmu tanpa sepengetahuanmu, menjajaki setiap sudut dari bising keramain denganmu. Maafkan aku yang terlalu senang menatapmu, maafkan aku yang terlalu diam merespond diammu. Seklasik inikah Kamu? Seklasik inikah kisah kita? Aku tak banyak meminta, cukup Kamu baik baik saja, kembali tersenyum dan aku akan tersenyum melihatmu tersenyum. Sesederhana inikah cinta? Memandangmu dari kejauhan dan diam diam memperhatikanmu dari sudut yang tak bisa digapai. Terima kasih, setidaknya pagi ini terasa lebih indah karena hadirmu dalam setiap pagiku. Selamat pagi lagi :)
aku tidak pandai bicara, menghitungpun aku tak pintar. lebih baik menuliskan agar bisa terdengar. maafkan segala kekurangan,terimakasih sudah membaca..