ketika tak bisa bicara, maka tuliskanlah, jika tak mampu menuliskan, maka tersenyumlah, setidaknya mereka tidak akan tahu jika kamu sedang tidak baik baik saja..

Maaf - Jovi.

Jumat, 28 Desember 2012

| 0 komentar
Hari ini, tepatnya tanggal 28 Desember 2012...
Hari yang singkat untuk diingat. 
Entah harus bilang apa...
Semuanya berawal saat bete melanda...
Saiya pergi...
Saiya datang...
Pergi...
Datang...
Pergi...
Datang...
Huuuffft...~
Mau jalan kemana?~
Yang ada hanya bingung...
Saiya tidak pernah berfikir panjang.
BODOH.
Tau kenapa?
Saiya juga tidak tauuu...
Dan yang jelas, saiya cuman bisa bilang maaf...
Sama ini~ maaf...
Sama itu~ maaf...
Sama dia~ maaf...
Sama kamu~ maaf...
Maaf... Maaf... Maaf... Maaf... Maaf... Maaf... Cuman itu yang aku pikirkan.
Walau, kata maaf tidak akan mengganti segalanya... Saiya ulangin terus kata maaf itu... Maaf... Maaf... Maaf... Maaf... Maaf... Selama dalam perjalananpun saiya ulangi kata-kata itu, sampai entah apa artinya maaf itu...

Maaf - from @digigitnyamuk.
Jovi.

malam minggu hujan, yaudah!

| 0 komentar
selamat petang menjelang malam..

masih mendung, melanjutkan siang tadi yang dengan bahagianya air air itu meluncur bebas basahi mayapada. Penghuni mayapada bereaksi berbeda, mereka bersorak riang, dan mereka terlihat kesal. Sejatinya rintik rintik itu menghiasi hari hari kelabu dimana rasa panas mencair dengan sendirinya. Sebagai pengagum hujan, aku ikut bersorak soray, menatapnya dari balik jendela kamar, dan berdoa semoga saja hujan ini bisa menyejukan dirinya yang mungkin sedang gundah ntah mengapa. Atau setidaknya memberikan energy sama yang bisa mendoping senyum diparas `kalem`nya itu. 

malam ini malam minggu? Hampir saja lupa! Jika teman tidak mengingatkan, mungkin aku lupa. Sejatinya malam adalah dimana bintang bintang memutuskan untuk terlihat atau tidak. Dan malam ini mereka memutuskan untuk tidak menampakan diri. Mereka mengalah untuk awan kelam yang menampilkan pesona pribadi. Lagi lagi dibalik jendela, menatapnya penuh kerinduan, semerindu aku kepadanya yang mungkin akan lama tak bertemu. Malam ini malam minggu, lalu apa masalahnya dengan itu? malam ini malam minggu? Ya udah! 

Malam ini malam minggu, sebagian dari mereka menyebar message yang membuat telingaku bising dibuatnya. Apa salahnya dengan malam minggu? Masih terlihat sama, tak ada yang berbeda. Setiap malam diciptakan dengan dekorasi yang menawan. Tanpa pesona, apalah malam? Setiap malam adalah suasana yang menenangkan. Dimana bulan dengan bahagianya bersedia menerangi mayapada yang setia mengelilingi mentari. Dan hanya malam, yang tapat memalingkan mayapada pada bulan sosok penanti. Suara hujan begitu mesra ditelinga, terdengar seperti irama nada istimewa. 

Ada sebuah pesan yang disampaikan dari hujan,sebuah makna yang mungkin tak perlu untuk dicermati, namun yakini mereka datang bersama sama dan meneduhkan mayapada. Membuat mayapada ini menjadi istimewa. Memberikan sumber energi kepada kita. Bagaimana jadinya jika mereka terjun sendiri sendiri? Konyol!
 `Mereka terlihat kompak dan bahagia, bersatu dan berkumpul menjadi sebuah genangan, hingga mereka loncat kegirangan saat sesosok benda menghendaki mereka untuk melompat gembira` (mas adi)

Malam ini malam minggu, dan malam ini hujan romantis menjumpai mayapada yang terlihat manis dan eksotis. Semanis dirinya yang mengenakan sweater coklat semu abu. Aku selalu mengingat parasnya. Paras yang selalu hinggapi hati yang lara. Malam ini malam minggu, apakah dirinya baik baik saja disana? Apakah dirinya berkonsep sama sepertiku? Malam ini hujan kembali mampir dimayapada yang cantik, apakah ia menikmati rombongan air air yang dengan bahagianya meluncur basahi bumi? Apakah dia sama semangatnya saat mencium aroma hangat dari mayapada yang baru saja bertemu dengan air hujan?

Apakah kalemku baik baik saja di malam minggu yang dijumpai hujan ini? Aku ingin menitipkan salam pada hujan untuknya dimalam minggu ini. Aku ingin dia mendengar, jika malam minggu ini hujan, dan aku ingin dia menikmati keindahan mayapada yang telah dipersembahkan. Aku ingin dia mengerti apa arti dari malam minggu hujan. Aku tak mengisyaratkan, namun aku mensiratkan, semoga dia mengerti dan dapat memahami. Malam ini malam minggu, dan malam minggu hujan, aku masih saja merindu. Merindukanmu yang masih saja membuatku menunggu~



selamat pagi, backnumber 15

Senin, 17 Desember 2012

| 0 komentar

Senin, 17 Desember 2012
Selamat pagi~
Pagi yang indah, dengan mendungnya yang menguntai, diselingi cahaya mentari yang malu malu untuk menyongsong pagi. Pagi ini diawali dengan sejumput asa dan harapan yang disertai doa dalam sujudku. Berharap hari ini akan lebih indah dari hari yang pernah terlewati. Berharap semua baik baik saja seperti apa yang diharapkan. Berharap semoga aku betah berada disuasana sekolah yang amat membosankan, terkecuali hadirnya dalam pandangannku.
Jagat raya yang menguntai, melukiskan keindahan semenanjung langit yang mempesona membuatku tak lelah untuk menatapnya. Disini, dilapangan ini. Seluruh murid wajib berbaris dan mendengarkan arahan dari sang pembicara. Dengan tatapan malas, mau tak mau semua mendengarkan. Mendengarkan intruksi yang harus didengar. Menyapu ke seliling pandangan membuatku tersenyum tenang. Ia yang sedari kemarin ku cari, akhirnya muncul dalam kerumunan kawan kawan. Anak anak kelas mesin itu sungguh selalu memberikan ciri khas, ntah dengan musik, dengan pakaian, dan dengan apa yang mereka lakukan. Mereka santai, walau kadang menyebalkan. Mereka terlihat kompak, namun Classical tak kalah kompaknya! Ku lihat jaket hitam bergaris merah terpakai rapi ditubuhnya. Tubuh yang selalu aku cari cari itu. ia hanya diam, memperhatikan sekitar. Walau mata kami tak saling bertemu. Karena jarak kami yang begitu jauh, yang tak bisa digapai walau dengan teriakan. Aku cukup lega, melihatnya baik baik saja pagi ini.
Masih mendung, walau sudah bersemangat sesemangat hari ini menatapnya. Walau masih hanya menyapanya dengan doa, aku masih bisa menyaksikan tawanya. Tawanya yang saat itu mengenakan pakaian olah raga yang ia pakai. Perlombaan olah raga antar kelas ini membuatnya berganti pakaian. Pakaian kesebelasannya, walau yang memakai hanya lima orang. Karena futsal tak lebih dari itu. ia tertawa geli saat baju yang dikenakannya terlalu sempit dan pas dibadan. Tak masalah bagiku, ia masih terlihat kalem dan, tampan!
Nomer punggung 15~ aku tak sekalipun mengalihkan pandangan darinya. Walau lapangan itu berisikan 10 orang yang sedang sibuk berlarian kesana kemari, aku tak peduli. Aku hanya fokus pada satu orang, nomor punggung 15. Babak pertama ia terlihat santai, hanya berlari kecil walau sesekali penuh nafsu untuk mengejar bola. Babak kedua, terlihat ia semakin bersemangat, terbukti dengan keringat yang menghiasi paras dan keningnya itu. lelahkah kamu kalem? Andai aku bisa menyapamu, menanyakan apakah kamu baik baik saja? karena terakhir ku lihat, kau meninggalkan lapangan dengan kaki sebelah yang terlihat sakit. Jalanmu tak seperti biasa, jangan buat aku hawatir!
Hasil foto yang ku ambil dari jarak kejauhan membuatku tersenyum senang. Bagaimana tidak, selama ini aku hanya bisa merekam parasmu dalam memori otakku. Walau sebenarnya foto yang ku ambil dari jarak sekian ini tak mampu buatku nyaman saat jauh darimu. Aku masih mengingat, caramu menendang bola, caramu berlari kesana kemari, caramu mengusap keringat, dan, caramu mencuri pandang ke arahku disela permainan itu. aku hanya bisa menatapmu dari sini, dari sisi lapangan yang tak bisa menggapaimu, dan kamupun hanya bisa terlihat sesekali mengusap peluh keringat yang basahi paras tenangmu itu. congrats, kerja timmu mebghasilkan kemenangan untuk kelasmu, selamat.. aku senang mendengarnya, karena dengan itu kamu akan tampil di next pertandingan, dan aku bisa kembali memperhatikanmu dari jarak ini, jarak seperti biasa, jarak kesekian dari langkah kita, ya.. jarak yang tak bisa ku gapai dirimu. kalem selamat pagi. Harimu indahkah?
Selamat pagi, backnumber 15~

secret admirer~

| 0 komentar

Sering kali di anggap pengecut, sering kali di anggap penakut. Biarlah presepsi itu berjalan. Karena faktanya semua itu indah menguntai. Tak ada lagi jalan, mungkin begitu menurutnya, menurutku, menurut mereka. Hingga hanya bisa menatapnya dari kejauhan, dari jarak sekian, jarak dimana kita tak bisa saling menggapai. Walau faktanya sering kali menyesakkan saat berselisih jalan namun tak pernah saling menyapa. Bukankah itu mau kita? Mauku, maumu dan mau mereka, secret admirer!
Salahkah kita? Jika hanya ikut bahagia saat ia terlihat bahagia. Walau tak tau apa yang ada dalam isi hatinya. Senyumnya kadang buat hariku terang, menguntai panjang nan mempesona. Klise memang, namun apadaya? Semua itu fakta, dan semacam ini memang masih ada. Ada ntah sampai kapan hingga mungkin aku tak lagi diam diam memperhatikannya. Tak banyak yang bisa dilakukan, selain memperhatikannya dari jarak ini, jarak seperti biasa. Dan akan merasa senang saat sosoknya berjalan mendekat, mendekat hingga kami hanya satu jengkal berjarak. Walau akhirnya tak ada kontak antara kami. Waktu lagi lagi tak bisa ku hentikan, hanya sekedar menoleh ke arahnya dari jarak itu. itu tak bisa!
All is well~ seorang teman mencoba menenangkan, ya semua akan baik baik saja, everything gonna be okay, n I believe it. Faktanya waktu selalu setia, menepati janjinya yang kita minta. Hadirnya lagi lagi membuat degup jantungku bersorak soray, ada ritme yang tak mampu dilukiskan saat ia kembali berjalan, berjalan dengan langkahnya, ya langkah yang selalu aku rindukan.
Kelak, hadirnya akan memberikan kenangan, menguntai kerinduan akan ketenangan yang ia ciptakan. Aku akan merindukan, bukan hanya merindukannya, namun merindukan pula memperhatikannya diam diam dari jarak yang tak bisa ku gapai. Kelak, akupun akan merindukan, merindukan sosoknya yang kerap kali mewarnai hari abu abu ini. Tak ada yang salah, aku terlalu cemen untuk menatapnya dari jarak yang mampu direngkuh, tak ada yang salah, ia yang mungkin tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Semua sama, satu sama, seperti permain futsal yang kerap kali ia mainkan, dan aku selalu setia menatap dan memperhatikannya, yang diam diam adalah supporternya yang paling menyemangatinya dengan doa yang terpanjatkan padaNya.
Selamat malam, sampai kapan aku menjadi secret admirermu? Ntahlah. Mungkin kelak tulisan ini akan berlanjut, dan aku belum tau pasti apa isi dari tulisan selanjutnya. Aku masih ingin menatapmu, walau sering kali mata kita bertemu. Aku masih ingin tetap berada jauh denganmu, walau tak ku pungkiri aku selalu ingin berada lebih dekat denganmu. Aku masih ingin melihat senyummu, walau faktanya mengetahui kabar dan apa yang akan kau lakukan hari ini sangatlah penting untukku.
Apalah aku? Kita hanya saling mengenal, mengetahui nama satu sama lain, tanpa pernah saling bertanya kabar, tanpa pernah saling bersua dan menjalin percakapan. Walau sering kali ada kalimat kalimat indah yang kau sampaikan dalam tatapan matamu saat pandangan kita bertemu persekian detik, walau sekilas itu saja. terima kasih telah menjadi indah dalam pandanganku. Terima kasih sudah baik baik saja, dan memberi tahu keadaanmu dengan senyum mempesonamu itu.
Sampai jumpa di tempat dan waktu yang lebih indah, kalem :)

IKAN HIU ARSHAVIN

Rabu, 12 Desember 2012

| 0 komentar

Ikan itu banyak di laut ..laut adalah kumpulan air yang sangat banyak ,menampilkan warna langit yang saya sangat suka ,berombak kalo diinginkan ,di atasnya banyak perahu ,dibawahnya banyak ikan ,rumput juga karang ,,dan katanya disana hidup deni manusia ikan .
Sore itu rumah saya terbuat dari the beatles buku ipho santoso dan cuaca yang mendung mau hujan ,,pikir saya langit pun memperingati kematian jhon lennon,karna cuacanya sama seperti kematian jhon lennon tanggal 8 desember tanggal nya pun sama sore itu ,,saya terkejut ada mahkluk yang memanggil saya selepas pulang kerja ,,di balik gang ada mahkluk yang mengagetkan saya ,,dengan sapaan om ..
Wah ternyata si apin keponakan saya ,, sore itu saya tidak mau menciumnya karna dia sedang memegang kayu ,,takut di timpuk ,ahahahaha apin orangnya tegaan si ,terus dekil juga pasti banyak daki yang tak bertaggung jawab di badanya ,,saya menyapanya
“Ada apa pin .?”
“Ada ikan om .”
“Dimana .?
Dicana “sambil menunjukan arahnya dengan kayunya ,,dia seperti kesatria yang memimpin perang “
“Ikan apa .?”
“Ikan hiu om “ ahahahaha saya ketawa lepas gimana jadinya ada ikan hiu di gang sesempit ini .
“Ayo om ambil ,,”
O iya apin ini keponakan saya namanya arshavin nugraha a.k.a apin dia hanya manusia pemakan nasi saja ,tiap hari bercelana biar ga disangka orang gila dia berumur 2 tahun setegah dia ditinggal bapa ibunya karna sibuk kerja ,,( mungkin )
“Ayo pin ,”
Ternyata setelah mendekat ,ikan yang dia maksud ikan kecil di comberan kecil depan rumah yang dulu sewaktu kecil saya sebut ikan trumbas atau bahasa sundanya impun ..bisa jadi ikan emas kalo ditaburi remukan batu bata merah yang di hancurkan .
“Itu om lantangnya “
“Ya sok ambil “
“Ga mau.! gigit “
Ahahahahah kamu pikir ikan piranha
“Pin panggil ibro di warung”
Karna sebelumya saya liat ibro lagi duduk di warung selepas pulang kerja
Dia nurut lari menuju warung tersebut “om dipanggil om adi “
Ibro datang ,,menyapa saya “ada apa di .?”
“Tolong beliin permen karet bro” serasa jadi anak gahol saya ahahhaha
“ buat apa .?“
“Saya mau ambil ikan ini bro”
“Kenapa beli permen karet .? “ dia penasaran
“Biar ga tegang broo ..” udah beli aja nih uangnya dan mengeluh sambil menggerutu menghampiri warung
Apin mah diem aja mandangin ikan biar ga ilang
Dia memaksa “ayo om cepet “
“Bentar pin permen karetnya belum dateng “
Sambil nunggu ibro saya nanya sama apin
“Apin mau ga, jadi ikan .?”
Dia cepat menjawab “ga mau “
“Terus mau jadi apa .?”
“Jadi robot “ sambil memainkan kayunya sriing sringg
Apa hubunganya coba .?
Ibro lalu dateng menghampiri saya dan apin “nih”
Makasih broo
Ibro itu anak remaja yang selalu nurut di suruh sama siapa saja termasuk apin pun ..terbukti kan dia mau menghampiriku .hahahaha
Saya merasa bangga kenal ibro .
saya mangambil bekas air mineral ukuran gelas yang tidak memabukan
“dapet pin “
Horreee dia sorak sorai
“Mau taroh dimana pin .?”
”di aquarium mba lulu aja om “
“Ahahahahaha aquarium punya mba lulu ada kura kura nya pin nanti dimakan”
“ga om kuya kuya kan makanya teyoy cecek “ yang dia maksud itu makanan ikan * pelet*.
padahal saya hanya mengalihkan karna pasti ga mungkin di ijinin sama mamahnya lulu .,aquarium segede itu dimasukin ikan comberan
“udah pin ditaroh di rumah apin aja”
“Iya om “
“Nanti bilang sama mama ikannya dapet di kasih bapa obama ya “
“Bapa obama si siapa om .? “
“Presiden pin , apin mau ga jadi presiden “
Dia tetap pada pedirianya “ ga mau ,,apin mau jadi robot sringg,sriingg “
“Kalo om adi mau ikan ga .? “ maksudnya si mau jadi ikan ga
“mau ,,Jadi ikan laut”
“Kenapa .?”
“Bisa berenang “
“Apin kemaren juga berenang om sama mamah lalu meracau bla bla bla bla “
Tiba lah dirumah ,menjelang enam selepas lima terang dengan sisa energy ,
Bukanya malah senang pulang pulang dapet ikan dia malah dimarahin neneknya ,,karena dia dari tadi ga mau mandi ..
Tak maumemperkeruh suasana saya pulang membawa ikan dan saya taruh di aquarium kecil saya dulu memelihara ikan cupang ..
Sekarang saya beri nama Julian ..
Karena mengenang hari pas kematian jhon lennon ,, “Julian itu anaknya jhon lennon ..”
Sekarang ikan itu menjadi teman saya ,
Teman yang selalu saya ajak ngobrol walaupun hanya diam saja ,,
Saya mau jadi ikan karna ikan ga pernah bosan dengan dirinya sendiri ,
Terus teman Saya mau jadi apa ya .?
Ada yang kaya aping gay a .?
Saya Tanya semua teman di phone book lewat sms ,,
Kalo jadi binatang mau jadi apa .?
Kenapa gitu.?
Ada yang menjawab serius dan malah ada yang menyebut saya gila ,,padahal orang gila adalah orang bahagia , mereka hidup dalam dunia persepsinya sendiri ,punya versi kebenaran sendiri yang menurut orang waras tidak sesuai dengan realita ,, berarti saya bahagia disangka orang gila ,,ahh garilaa
Inilah jawaban mereka :
Dieny rahmi : burung,,katanya bisa terbang kemanapun
Ayu meiningtyas : ga mau ,gapapa gamau ja
Imam : burung katanya ada istilah free like birds
Aye : jadi kodok katanya bisa nyanyi kalo hujan
Kiki : ga mau ,, mau jadi manusia ajah
Suster dewi : jadi kutu biar hinggap di kepala saya
Suster ismi : tungu ,,*entah apa itu ?*
Ade : masih gila ternayata
Dede: apa kabar lu.?
Nurdin : siapa ini .?
Dan yang lain sebagaianya yang ga mungkin ku sebut karena saya cape nulisnya .ahahaha
Tak ada satu pun yang mau jadi robot seperti apin ternyata ahahahahha
Yang lain tak membalas karna tau saya pasti hanya nanya saja .,dan menganggap saya gila
Ahahahhaha
Terima kasih yang telah menjawab kalian telah membahagiakan semog tetap senang semoga kalian tak eperti bul dog ,biarpun senang ,dia cemberut terus ,,herann saya ,
Sekarang saya berada bersama kalian ,,ini adalah kehidupan yang hebat ,aku benar benar ada duduk disamping ikan bersama pikiran yang ingin bebas dari semua aspek ,
Sekarang sudah malam waktunya si ikan yang jaga malam ,,saya ngantuk
dadah

created by Adi Apriyanto
aku tidak pandai bicara, menghitungpun aku tak pintar. lebih baik menuliskan agar bisa terdengar. maafkan segala kekurangan,terimakasih sudah membaca..